
![]()
Sejarah Novartis
Sejarah Novartis di Indonesia berawal dari berdirinya PT Ciba Geigy Indonesia pada 1968.
Setelah mengalami beberapa momentum, mengikuti penggabungan global dua perusahaan, yaitu Sandoz dan Ciba Geigy menjadi Novartis, pada 1996 PT Ciba Indonesia bergabung dengan PT Sandoz Biochemie Pharma membentuk PT Novartis Biochemie.
Di tahun 2006, tepat memasuki sepuluh tahun setelah merger global, PT Novartis Biochemie berubah nama menjadi PT Novartis Indonesia.
Kini, Novartis Indonesia memperkerjakan sedikitnya 550 tenaga kerja di divisi farmasi dan produk kesehatan yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat. Selain itu, Novartis Indonesia juga memiliki laboratorium penelitian, yang dinamakkan NEHCRI (Novartis- Eijkman- Hasanuddin Research Initiative atau NECHRI yang bertempat di Makassar, Sulawesi Selatan (tepatnya di RS Wahidin) dan di Jakarta ( bertempat di Eijkman Institute Jakarta Pusat). NECHRI memfokuskan diri pada pengembangan obat-obatan penyakit tropis seperti demam berdarah dan tuberkulosis.
Dua anak perusahaan lainnya, yaitu PT Ciba Vision Batam merupakan pemasok utama lensa kontak di seluruh dunia dan memperkerjakan 3000 karyawan kontrak pabriknya di Pulau Batam.
Sedangkan PT Sandoz Indonesia menjalankan usaha di bidang obat generik bermerek, dengan lebih 600 tenaga kerja yang beroperasi di Bandung, Jawa Barat.
TENTANG NOVARTIS
Pada tanggal 7 Maret 1996, Sandoz dan Ciba Geigy, dua raksasa di bidang kimia dan sains bergabung menjadi Novartis.